Inilah Akhlak Yang Langka

Inilah Akhlak Yang Langka

Percakapan Kakek Dengan Gadis 20 Tahun Ini Sungguh "Sangat Mengharukan"! Apalagi Saat Gadis Ini "Membalikkan Badannya".

Banyak orang yang memilih menggunakan kereta api saat hendak pulang kampung, namun karena tempat duduk yang terbatas, banyak juga orang yang terpaksa hanya bisa membeli tiket berdiri. Berikut ini adalah sebuah kisah sederhana, namun memiliki makna yang dalam.

Saat musim semi, kereta K529 jurusan Hangzhou menuju Chengdu, Tiongkok sangatlah padat. Hari itu, ada seorang kakek yang duduk di dekat jendela, menceritakan kisahnya yang beruntung, kepada seorang wanita yang duduk disebelahnya. Ternyata, kakek tersebut membeli tiket berdiri (tiket yang tidak ada tempat duduk). Dia datang lebih pagi, dan saat naik ke atas kereta api, ia langsung duduk di salah satu kursi. Namun beruntungnya, saat kereta sudah mulai berjalan, tidak ada satu penumpang pun yang memiliki tiket kursi tersebut.

Karena kereta begitu padat, banyak orang yang berdiri berdesak-desakan di samping kakek ini, salah satunya ada seorang wanita kecil yang terlihat sangat kurus dan lemah, umurnya kira-kira belum sampai 20 tahun. Ia diapit oleh banyaknya penumpang yang berlalu lalang.

Melihat kejadian ini, kakeknya pun bertanya, 

"Berdiri seperti ini pasti sangat lelah, kamu harusnya seperti aku, datang lebih pagi dan cari tempat duduk. Tujuan mu kemana?"

"Aku tidak apa-apa kek, aku turun di Jingmen."

"Wah, kalau begitu besok sore baru sampai ya? Bagaimana mungkin terus berdiri selama itu?" tanya kakek sambil menggelengkan kepalanya, tanda khawatir.

Setelah lewat beberapa saat, kakek kembali menolehkan wajahnya, dan berkata kepada wanita tersebut, 

"begini saja, aku sebentar lagi akan turun. Setelah aku turun, kamu langsung duduk di kursi ku."

"Baik, terima kasih kakek!", jawab wanita tersebut dengan senyuman, terpancar rasa bersyukur dari wajahnya.

Setelah lewat beberapa saat, petugas mulai datang memeriksa tiket.

Saat petugas melihat tiket wanita tersebut, ia heran dan bertanya, "kamu ada kursi, mengapa tidak duduk?"

Wanita tersebut tersenyum sambil mengatakan, "Kakek ini sudah berumur 70 tahun, tidak baik jika berdiri terlalu lama."

"Apakah kamu ada memberitahunya? Apakah dia tidak tahu?!"

"Bagaimana mungkin aku mengatakannya. Ia tidak akan duduk dengan tenang setelah mendengarnya." jawab wanita tersebut.

Petugas kereta pun akhirnya membalikkan badannya, melihat kakek yang sedang tertidur pulas. Ia membawa wanita tersebut, dengan suara yang pelan ia mengatakan, "ikut aku ke kantin, aku bantu kamu carikan kursi."

Beberapa orang di sekitarya pun mendengarkannya, sambil memuji gadis itu, mereka memberikan jalan.

Saat wanita tersebut menundukkan badannya, ia mengambil tongkat dari bawah kursi...

Semua orang pun sangat terkejut dan terharu melihatnya.

Aku memilih untuk berbuat baik, bukan karena aku lemah. Namun karena aku mengerti, berbuat baik adalah karakter alamiah, menjadi orang tidak boleh jahat, setiap perbuatan mendatangkan balasan.

Aku memilih bersabar, bukan karena aku kalah. Namun karena aku mengerti, sabar membawa ketenangan dan kedamaian.

Aku memilih toleran, bukan karena aku pengecut. Namun karena aku mengerti, toleransi adalah kebajikan, kebajikan tidak ada salahnya.

Aku memilih untuk memaafkan, bukan karena aku tak berpirnsip. Namun karena aku mengerti, untuk dimaafkan harus memaafkan, tidak bisa dibalik.

Aku memilih untuk jujur, ada yang mau diungkapkan akan ku ungkapkan. Karena aku mengerti, kejujuran adalah tanggung jawab.

Aku memilih untuk rendah hati, bukan karena aku bodoh. Namun karena aku mengerti, rendah hati dapat membantu sesama, membantu sesama dapat membawa kebahagiaan.
Ingatlah perbuatan baik orang lain, dan belajarlah untuk berbuat baik bagi sesama. 

Setelah membaca ini, pasti hati setiap kita akan menjadi tenang dan damai. Coba refleksikan lagi perilaku dan kata-kata kita sehari-hari. Ternyata masih banyak ruang yang bisa ditingkatkan lagi. Ternyata berbuat baik itu begitu indah. Percayalah, hanya jika setiap orang dapat saling mengasihi, dunia ini akan menjadi jauh lebih indah.

Akhlak yang dicontohkan hamba-hamba Allah SWT diatas, sungguh sangat langka kita temukan di zaman yang terbilang hedonis ini. Justru sebaliknya sering kita temukan perilaku manusia yang egois, mementingkan urusan sendiri daripada untuk mementingkan orang lain. 

Semoga kita termasuk hambaNYA yang senantiasa mudah dan cinta untuk menebar kebaikan, menjadi pioner dalam berbuat  kebajikan dan mengutamakan orang lain, karena ini bentuk amal nyata buah dari iman yang selama ini kita jaga dan pelihara. Wallahu a'lam bishawab.

Subscribe to receive free email updates: